Cara Membangun Motivasi Belajar Siswa Selama Pandemi Covid-19

 

Cara Membangun Efektivitas dan Motivasi Belajar Siswa
Selama Pandemi Covid-19

Assalamu’alaikumWr.Wb

Semoga pembaca dapat mengambil nilai-nilai yang baik dalam penjelasan artikel dibawah ini ya.

DPL: DR. Tuti Andriani, S.Ag, M.Pd,.

Pada penghujung tahun 2019, dunia di gemparkan oleh virus yang mematikan. Tak disangka makhluk kecil ini telah memporak-porandakan sistem kehidupan manusia di seluruh penjuru dunia, baik itu sistem kehidupan sosial bermasyarakat, perekonomian, kesehatan, pendidikan dan sebagainya. Kasus virus ini pertama kali ditemukan di Wuhan, China. Himbauan physical distancing oleh pemerintah mengakibatkan mobilitas masyarakat terbatas seperti Sekolah, kampus, perkantoran, restoran bahkan rumah ibadah ditutup. Semua pekerjaan dilakukan dari rumah agar dapat membantu memutuskan mata rantai wabah Corona tersebut. Dalam dunia pendidikan, dampak negatif dari virus tersebut salah satunya adalah kegiatan belajar mengajar disekolah ditiadakan atau digantikan dengan sistem daring (dalam jaringan), yang mana pembelajaran seperti itu sangat sulit dan tidak efektif jika dilakukan tanpa adanya persiapan yang matang dari pemerintah,sekolah, maupun dari siswa nya sendiri.

Saat terjadinya pandemi Covid 19 ini, ada banyak hal yang harus kita tindak lanjuti. Banyak nya masalah yang timbul terkait masalah yang dihadapi dalam bidang pendidikan. Sebagian besar pemerintah di seluruh dunia telah menutup sementara lembaga pendidikan dalam upaya untuk menahan penyebaran pandemi COVID-19. Konsekuensi sosial saat pandemi Covid 19 dalam bidang pendidikan ialah bagaimana cara mengajar dan belajar jarak jauh sebagai metode satu-satunya. Dikarenakan tuntutan melakukan physical distancing sebagai bentuk kesadaran kita untuk memutuskan mata rantai virus tersebut, pemerintah mengeluarkan surat edaran keseluruh sekolah di Indonesia untuk melaksakan pembelajaran online dari rumah (jarak jauh) hingga akhir penghujung 2020 bahkan bisa sampai pada tahun ajaran semester genap tahun depan.

Kemendikbud menerbitkan Surat Edaran nomor 36962/MPK.A/HK/2020 tentang  Pembelajaran Daring Selama Masa Tanggap Darurat Bencana Covid-19 (Kemendikbud, 27 Maret 2020). Menurutnya pembelajaran daring dipilih sebagai alternatif pembelajaran jarak jauh untuk mengurangi potensi penyebaran virus. Namun begitu, muncul keraguan mengenai efektifitas pembelajaran berbasis daring dalam proses pembelajaran. Sebagaimana Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menyatakan bahwa penggunaan pembelajaran daring di rumah tidak efektif lantaran banyak peserta didik yang salah konsep mengenai pembelajaran daring dengan memberikan banyak tugas. Sejatinya, proses pembelajaran membutuhkan hubungan timbal balik antara pendidik dan peserta didik seperti pembelajaran tatap muka dikelas.

Dari gambaran situasi pendidikan diatas, setiap instusi pun dituntut untuk memberikan inovasi terbaru untuk menciptakan proses  pengajaran dan pembelajaran yang efektif. Namun, tak semua institusi pendidikan paham mengenai inovasi terbaru yang harus dipakai dan diterapkan selama pandemi ini. Kebanyakan dari mereka masih belum menyesuaikannya karena terkendala sarana dan prasarana yang tidak memadai.

Perlunya pemahaman para pendidik tentang inovasi terbaru dalam proses pembelajaran ditengah pandemi untuk meningkatkan efektivitas dan motivasi siswa dalam proses pembelajaran. Berikut 5 metode pembelajaran yang paling efektif ditengah pandemi Covid 19 menurut para pakar pendidikan: 

1. Project Based Learning

Menurut Mendikbud, metode project based learning ini sangat efektif diterapkan untuk para pelajar dengan membentuk kelompok belajar kecil dalam mengerjakan projek, eksperimen, dan inovasi. Metode pembelajaran ini sangatlah cocok bagi pelajar yang berada pada zona kuning atau hijau. Dengan menjalankan metode pembelajaran yang satu ini, tentunya juga harus memerhatikan protokol kesehatan yang berlaku.

2. Daring Method

Untuk menyiasati ketidak kondusifan di situasi seperti ini, metode daring bisa dijadikan salah satu hal yang cukup efektif untuk mengatasinya. Dilansir dari Kumparan, Kemendikbud mengungkapkan bahwa metode daring bisa mengatasi permasalahan yang terjadi selama pandemi ini berlangsung.

Metode ini rupanya bisa membuat para siswa untuk memanfaatkan fasilitas yang ada di rumah dengan baik. Seperti halnya membuat konten dengan memanfaatkan barang-barang di sekitar rumah maupun mengerjakan seluruh kegiatan belajar melalui sistem online.

Nah, metode daring ini sangatlah cocok diterapkan bagi pelajar yang berada pada kawasan zona merah. Dengan menggunakan metode full daring seperti ini, sistem pembelajaran yang disampaikan akan tetap berlangsung dan seluruh pelajar tetap berada di rumah masing-masing dalam keadaan aman.

3. Luring Method

Luring yang dimaksud pada model pembelajaran yang dilakukan di luar jaringan. Dalam artian, pembelajaran yang satu ini dilakukan secara tatap muka dengan memperhatikan zonasi dan protokol kesehatan yang berlaku. Metode ini sangat pas buat pelajar yang ada di wilayah zona kuning atau hijau terutama dengan protocol ketat new normal.

Dalam metode yang satu ini, siswa akan diajar secara bergiliran (shift model) agar menghindari kerumunan. Dikutip dari Kumparan, model pembelajaran Luring ini disarankan oleh Mendikbud untuk memenuhi penyederhanaan kurikulum selama masa darurat pendemi ini. Selain itu, pembelajaran yang satu ini juga dinilai cukup baik bagi mereka yang kurang memiliki sarana dan prasarana mendukung untuk sistem daring.

4. Home Visit Method

Seperti halnya metode yang lain, home visit merupakan salah satu opsi pada metode pembelajaran saat pandemi ini. Metode ini mirip seperti kegiatan belajar mengajar yang disampaikan saat home schooling. Jadi, pengajar mengadakan home visit di rumah pelajar dalam waktu tertentu.

Dilansir dari Kumparan, metode ini disarankan oleh Kepala Bidang Kemitraan Fullday Daarul Qur’an, Dr. Mahfud Fauzi, M.Pd yang mana sangat pas untuk pelajar yang kurang memiliki kesempatan untuk mendapatkan seperangkat teknologi yang mewadahi. Dengan demikian, materi yang akan diberikan kepada siswa bisa tersampaikan dengan baik. Karena materi pelajaran dan keberadaan tugas yang diberikan bisa terlaksana dengan baik.

5. Blended Learning

Metode blended learning adalah metode yang menggunakan dua pendekatan sekaligus. Dalam artian, metode ini menggunakan sistem daring sekaligus tatap muka melalui video converence. Jadi, meskipun pelajar dan pengajar melakukan pembelajaran dari jarak jauh, keduanya masih bisa berinteraksi satu sama lain.

Dikutip dari sibatik.kemendikbud.go.id, Yane Henadrita mengungkapkan bahwa metode blended learning adalah salah satu metode yang dinilai efektif untuk meningkatkan kemampuan kognitif para pelajar.

Sebenarnya, metode ini sudah mulai dirancang dan diterapkan awal abad ke-21. Namun, seiring dengan merebaknya wabah Covid-19, metode yang satu ini dikaji lebih dalam lagi karena dinilai bisa menjadi salah satu metode pembelajaran yang cocok untuk para pelajar di Indonesia.

Mengingat wabah pandemi yang tidak tahu pasti kapan berakhirnya, metode pembelajaran tersebut mungkin bisa anda jadikan opsi untuk para peserta didik anda. Dengan adanya metode-metode tersebut, diharapkan agar pendidikan di Indonesia tetap berjalan dengan baik dan berjalan lancar. 

Demikianlah cara untuk membangun efektivitas dan motivasi belajar siswa ditengah pandemi,semoga dengan adanya pemaparan tentang metode pembelajaran diatas dapat meningkatkan efektivitas dan motivasi siswa belajar ditengah pandemi covid-19. 

Profil penulis:

Nama: Uchy Mukho Adrianty

Universitas: UIN SUSKA RIAU

Prodi: Pendidikan Bahasa Inggris

Group: 82

 

See you in the next article, Trimakasih.

Cara Membangun Motivasi Belajar Siswa Selama Pandemi Covid-19

  Cara Membangun Efektivitas dan Motivasi Belajar Siswa Selama Pandemi Covid-19 Assalamu’alaikumWr.Wb Semoga pembaca dapat mengambil...